Penggemar Persebaya Soroti Wasit yang Sering Beri Kartu kepada Francisco Rivera!

Komentar Suporter Persebaya Surabaya terhadap Wasit yang Memimpin Laga Melawan Dewa United

Pendukung Persebaya Surabaya menunjukkan ketegangan tinggi terhadap wasit yang akan memimpin laga krusial melawan Dewa United. Rekam jejak sang pengadil lapangan dinilai rawan memicu kontroversi karena dikenal sering mengeluarkan kartu, termasuk kartu merah untuk Francisco Rivera.

Suporter menyampaikan harapan agar wasit tidak berat sebelah dalam memimpin pertandingan. Hal ini menjadi perhatian utama menjelang laga penting antara Persebaya Surabaya dan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam WIB.

Laga ini menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya untuk mencatatkan kemenangan kelima secara beruntun di kompetisi musim ini. Performa tim sedang stabil dengan empat kemenangan berturut-turut yang menunjukkan kekuatan lini belakang dan efektivitas serangan.

Persebaya berhasil mengalahkan beberapa tim kuat seperti Persijap Jepara 4-0, Madura United 1-0, Malut United 2-1, dan PSIM Yogyakarta 3-0 dengan hanya kebobolan satu gol. Konsistensi ini memberikan optimisme tinggi kepada suporter menjelang laga kandang ini.

Namun, Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun. Mereka baru saja mengalahkan Persijap Jepara 4-0 dan Arema FC 2-0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mereka siap memberikan perlawanan serius kepada Persebaya Surabaya.

Rekor pertemuan antara kedua tim juga tidak sepenuhnya menguntungkan Persebaya Surabaya. Kemenangan terakhir mereka atas Dewa United tercatat pada 2023 lalu. Bahkan, Dewa United pernah mencuri kemenangan telak 3-0 di markas Persebaya Surabaya pada musim 2024/2025. Catatan ini membuat laga nanti diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi.

Dari sisi taktik, pertemuan ini mempertemukan dua gaya bermain yang berbeda. Persebaya Surabaya di bawah arahan Bernardo Tavares dikenal reaktif dan disiplin, sementara Dewa United mengusung sepak bola ofensif berbasis penguasaan bola. Perbedaan filosofi ini berpotensi memunculkan duel-duel keras di lapangan.

Laga Persebaya Surabaya vs Dewa United akan dipimpin oleh wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi. Sosok ini dikenal tegas dan tidak ragu mengeluarkan kartu kepada pemain. Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Super League 2025/2026 menunjukkan kecenderungan tersebut. Dari tujuh pertandingan, ia telah mengeluarkan 24 kartu kuning dan lima kartu merah.

Beberapa laga yang dipimpinnya menunjukkan jumlah kartu yang signifikan. Misalnya, pada pekan pertama, laga Madura United melawan Persis diwarnai tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua. Pada pekan keempat, pertandingan Bhayangkara FC kontra Persis juga menghasilkan tiga kartu kuning.

Jumlah kartu meningkat signifikan saat memimpin laga Borneo FC melawan Persija pada pekan ketujuh. Dalam laga tersebut, Nendi mengeluarkan tujuh kartu kuning. Ketegasan serupa terlihat pada duel Semen Padang kontra Arema FC di pekan ke-11, di mana tujuh kartu kuning dan satu penalti menjadi bagian dari keputusannya.

Persebaya Surabaya sendiri pernah merasakan ketegasan Nendi Rohaendi. Saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12, laga berakhir imbang 1-1 dengan satu kartu merah untuk pemain Persebaya Surabaya. Francisco Rivera menjadi sosok yang paling diingat dalam laga tersebut. Gelandang asing Persebaya Surabaya itu menerima kartu merah langsung karena pelanggaran violent conduct.

Pengalaman tersebut masih membekas di benak pendukung Persebaya Surabaya. Mereka khawatir gaya kepemimpinan wasit kembali memengaruhi jalannya pertandingan penting ini. Apalagi, tekanan laga dipastikan tinggi mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Kesalahan kecil berpotensi berujung kartu yang bisa mengubah peta permainan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu berharap fokus tetap terjaga sepanjang laga. Disiplin bermain dan kontrol emosi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam keputusan-keputusan krusial wasit. Bernardo Tavares diprediksi akan menekankan pentingnya bermain efektif tanpa banyak pelanggaran. Strategi reaktif Persebaya Surabaya menuntut ketenangan saat bertahan maupun menyerang balik.

Bagi Dewa United, gaya ofensif mereka juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan. Penguasaan bola yang tinggi sering memancing duel keras ketika kehilangan momentum. Dengan segala dinamika tersebut, peran wasit kembali menjadi sorotan utama jelang kick-off. Pendukung Persebaya Surabaya berharap laga berjalan adil tanpa kontroversi yang merugikan tim kesayangan mereka.

Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas. Di tengah tensi tinggi dan wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan akan berada di bawah pengawasan publik Gelora Bung Tomo.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org