Anak Tikam Ayah Kandung Usai Alami Kekerasan di TK Peruri

Peristiwa Penikaman Ayah oleh Anak di Karawang, Diduga Dipicu Trauma KDRT Sejak Kecil
Peristiwa penikaman ayah oleh anak kandungnya di Kabupaten Karawang menjadi perhatian masyarakat setempat. Kejadian ini diduga dipengaruhi oleh trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami pelaku sejak usia dini. Pelaku, yang masih berusia di bawah umur, mengaku menyimpan rasa takut dan marah sejak masa TK.
Pengakuan Pelaku dan Riwayat Trauma
Menurut informasi dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karawang, pelaku inisial B mengaku telah memendam kemarahan dan ketakutan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Ia juga kerap menyaksikan ayah kandungnya melakukan kekerasan terhadap ibunya.
“Sejak kecil, B sudah menyimpan trauma akibat kekerasan di dalam keluarga. Kekerasan itu ia saksikan dan ia alami sendiri,” ujar Karina Nur Regina, Kepala UPTD PPA Karawang.
Memicu Mimpi Buruk dan Tindakan Berdarah
Beberapa hari sebelum kejadian, B membaca beberapa artikel berita tentang kasus kekerasan dalam keluarga. Bacaan tersebut kemudian terbawa hingga ke alam bawah sadar. Saat tertidur, B mengalami mimpi buruk di mana ayahnya menenteng pisau dan menusuk dirinya ketika sedang tidur.
Mimpi itu membuat B terbangun dalam kondisi sangat panik. Ia merasa apa yang terjadi di mimpinya bisa benar-benar terjadi. Dalam kondisi psikis yang tidak stabil, ketakutan dan trauma lama yang selama ini terpendam kembali muncul. B kemudian berpikir bahwa jika peristiwa dalam mimpinya itu terjadi di dunia nyata, lebih baik ia yang melakukannya terlebih dahulu.
Tindakan yang Dilakukan dan Konsekuensi
Setelah terbangun dari mimpi buruk tersebut, B langsung mengambil pisau dan mendatangi kamar ayahnya. Di situlah peristiwa terjadi. Usai kejadian, B mengaku menyesal atas perbuatannya. Namun secara emosional, ia mengaku tidak mampu menangis atau mengekspresikan perasaannya dengan normal.
Berdasarkan pengakuan pelaku, adiknya ikut menyaksikan kejadian tersebut. Adik B diketahui mengikuti B ke kamar ayah mereka dan melihat langsung peristiwa penusukan. B sempat bertanya kepada adiknya apakah perbuatannya itu benar. Sang adik menjawab bahwa apa yang dilakukan B adalah salah. Dari situ, B merasa sangat bersalah karena mengecewakan adiknya.
Pendampingan Psikologis dan Proses Hukum
Saat ini, UPTD PPA Kabupaten Karawang terus melakukan pendampingan psikologis terhadap B. Pendampingan juga akan diperluas dengan rencana pertemuan bersama ibu kandung B guna menggali lebih dalam riwayat kekerasan dalam rumah tangga yang dialami keluarga tersebut.
Meski dalam prosesnya anak ini sebagai pelaku, pihak PPA tetap memberikan pendampingan secara psikologis serta proses hukumnya.
Detail Kejadian dan Penanganan Medis
Warga Perumahan Rumah Dinas Peruri, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang dibuat geger atas pembunuhan seorang ayah oleh anaknya sendiri, Rabu (28/1/2026).
Korban berinisial R berusia 44 tahun yang merupakan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peruri ini meninggal ditangan anaknya sendiri yang masih anak dibawah umur berinisial B berstatus pelajar.
Terkait hal itu, Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya melalui Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perlindungan Orang (PPO) telah melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait peristiwa tersebut.
“Iya benar, korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, dinyatakan meninggal dunia,” kata Wildan saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).
Informasi Lengkap dan Langkah Selanjutnya
Wildan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Perumahan Dinas Peruri Desa Telukjambe. Korban diketahui berinisial RA mengalami sejumlah luka serius akibat serangan senjata tajam.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku yang masih duduk di bangku SMA, yang merupakan anak korban sendiri. Pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau dapur.
Berdasarkan keterangan sementara, kejadian bermula saat pelaku terbangun dari tidurnya dan mengalami mimpi buruk yang melibatkan korban dan ibunya. Pelaku kemudian merasa takut mimpi tersebut menjadi kenyataan, lalu mengambil pisau dapur dan mendatangi kamar korban yang saat itu sedang tertidur.
[Dalam kondisi kamar yang gelap, pelaku diduga langsung menyerang korban dengan membacok bagian bawah telinga hingga ke belakang leher. Korban yang terbangun dalam kondisi bersimbah darah sempat keluar kamar dan meminta pertolongan sebelum akhirnya terkapar di depan rumah.]
Saksi yang mendengar keributan kemudian mendatangi lokasi dan mendapati korban mengalami luka robek di bagian wajah hingga leher, dada, serta kaki sebelah kiri. Korban segera dilarikan ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan medis, sementara terduga pelaku diamankan oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.